Berita Hawzah - Hujjatul Islam Sayyid Ruh Zafar Rizvi dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Mumbai, India, mengecam pengkhianatan oleh beberapa pemimpin negara Muslim dan menyebut Kesepakatan Sharm El-Sheikh sebagai kontrak yang memalukan. Ia menekankan, alih-alih membuat kesepakatan dengan musuh, para pemimpin ini seharusnya mempertahankan hak-hak umat Islam dengan keteguhan, persatuan, dan sikap nyata.
Rizvi menegaskan bahwa jika para pemimpin negara Muslim mau membaca laporan-laporan PBB, mereka akan melihat ribuan orang, termasuk anak-anak tak berdosa dan warga dari berbagai lapisan masyarakat, telah kehilangan nyawa akibat serangan tersebut. “Meski 14 hari telah berlalu sejak penandatanganan kesepakatan, belum satu pun dari klausulnya yang dilaksanakan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa daripada menandatangani kesepakatan dengan musuh, para pemimpin negara Muslim seharusnya bersikap teguh dan bersatu melawan penindasan dan agresi.
Di akhir khutbahnya, Hujjatul Islam Ruh Zafar menekankan: “Kita harus bekerja untuk generasi mendatang, memprioritaskan pendidikan mereka, dan menciptakan kondisi bagi pertumbuhan ilmiah serta budaya mereka. Mendidik generasi yang sadar, berkomitmen, dan kompeten adalah jawaban terbaik atas pengkhianatan dan konspirasi musuh umat Islam, sekaligus menjamin identitas dan kemerdekaan komunitas Muslim di masa depan.”
Komentar Anda